SOPPENG Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Yayasan Pesantren Ganra yang terletak di Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, resmi meliburkan seluruh santrinya. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada para santri agar dapat menjalankan ibadah puasa bersama keluarga di rumah masing-masing.
Ketua Yayasan Pesantren Ganra, Kiyai Sulaiman, S.Pd.I menyampaikan bahwa kebijakan libur Ramadan ini merupakan tradisi tahunan yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara santri dan orang tua, sekaligus mengaplikasikan ilmu agama yang telah dipelajari di pesantren ke lingkungan keluarga.
Pesan Kiyai Sulaiman untuk Para Santri
Dalam arahannya sebelum melepas kepulangan santri, Kiyai Sulaiman menekankan pentingnya menjaga akhlak dan tetap konsisten beribadah meskipun berada di luar lingkungan pesantren.
Libur ini bukan berarti berhenti belajar. Kami berharap para santri tetap menjaga salat lima waktu, tadarus Al-Qur'an, dan membantu orang tua di rumah. Jadilah cerminan santri yang baik di tengah masyarakat, ujar beliau.
Poin Penting Terkait Libur Santri
Waktu Libur Dimulai pada awal bulan Ramadan hingga beberapa hari setelah Idul Fitri.
Kegiatan di Rumah Santri diberikan "buku pemantau ibadah" untuk mencatat aktivitas keagamaan selama di rumah.
Harapan Yayasan Santri dapat menjadi imam salat tarawih atau penggerak kegiatan remaja masjid di desa masing-masing.
Kecamatan Ganra sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan agama di Kabupaten Soppeng, dan keberadaan Pesantren Ganra di bawah bimbingan Kiyai Sulaiman terus menjadi pilar utama dalam mencetak generasi qurani di daerah tersebut.