Sambut Ramadan, SD Negeri 30 Paowe Gelar Pesantren Kilat untuk Perkuat Karakter Siswa

Sambut Ramadan, SD Negeri 30 Paowe Gelar Pesantren Kilat untuk Perkuat Karakter Siswa

Rabu, 25 Februari 2026




PAOWE  Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 H, SD Negeri 30 Paowe menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat)Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya memperdalam pemahaman agama serta membentuk karakter religius bagi seluruh siswa-siswi yang beragama Islam.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti dengan antusias oleh siswa dari kelas I hingga kelas VI. Selama kegiatan berlangsung, kurikulum pelajaran umum untuk sementara dialihkan menjadi materi keagamaan yang edukatif dan interaktif.

Fokus Utama Kegiatan

Kepala Sekolah SD Negeri 30 Paowe menyampaikan bahwa tujuan utama dari Pesantren Kilat ini bukan sekadar mengisi waktu luang di bulan puasa, melainkan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sejak dini. Beberapa agenda utama meliputi:

Pendalaman Ibadah Praktik tata cara wudu dan salat fardu yang benar.
Tadarus Al-Qur'an Melancarkan bacaan surah-surah pendek dan juz amma.
Materi Akhlak Dongeng islami dan ceramah singkat tentang kejujuran serta bakti kepada orang tua.
Kreativitas Islami Lomba mewarnai kaligrafi dan hafalan doa harian.

Suasana Khidmat dan Ceria

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, raut wajah para siswa tidak menunjukkan rasa lelah. Dengan mengenakan pakaian muslim bebas rapi, mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Para guru pun turut dilibatkan sebagai pembimbing materi, menciptakan kedekatan emosional antara pendidik dan murid.

Kami berharap melalui Pesantren Kilat ini, anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Kami ingin mereka memahami bahwa Ramadan adalah momen untuk menjadi pribadi yang lebih baik," ujar salah satu perwakilan guru panitia.

Kegiatan Pesantren Kilat ini rencananya akan ditutup dengan agenda **Buka Puasa Bersama** dan penyaluran santunan bagi siswa yang kurang mampu sebagai bentuk pembelajaran langsung mengenai indahnya berbagi di bulan yang penuh berkah.