Sambut Bulan Suci, Ketua Yayasan Pesantren Ganra Liburkan Santri Selama Ramadan

Sambut Bulan Suci, Ketua Yayasan Pesantren Ganra Liburkan Santri Selama Ramadan

Minggu, 22 Februari 2026




SOPPENG Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ganra, Kiai Sulaiman resmi mengumumkan kebijakan libur panjang bagi seluruh santri. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi para santri menjalankan ibadah puasa bersama keluarga di rumah masing-masing.
Dalam arahannya, Kiai Sulaiman menyampaikan bahwa masa libur akan dimulai pada H-2 Ramadan hingga sepekan setelah hari raya Idulfitri. Kebijakan ini merupakan tradisi tahunan pesantren untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan formal di pondok dan pengabdian santri di lingkungan keluarga.

Durasi Libur Selama satu bulan penuh Ramadan ditambah cuti bersama Idulfitri.
Tujuan Memberikan ruang bagi santri untuk memperdalam ibadah personal dan berbakti kepada orang tua.
Pesan Kiai Santri diharapkan tetap menjaga hafalan Al-Qur’an dan perilaku (akhlak) selama berada di kampung halaman.

Libur ini bukanlah libur dari ibadah, melainkan perpindahan tempat belajar. Saya berharap para santri menjadi contoh yang baik di masyarakat selama Ramadan," ujar Kiai Sulaiman di hadapan ratusan santri.

Pihak pengasuh pondok telah berkoordinasi dengan orang tua santri terkait teknis penjemputan. Meski aktivitas belajar-mengajar di kelas ditiadakan, pihak yayasan tetap menyiagakan sejumlah pengurus untuk menjaga keamanan dan kebersihan fasilitas pesantren selama masa kosong tersebut.

Kegiatan belajar-mengajar direncanakan akan kembali normal pada minggu kedua bulan Syawal, diawali dengan kegiatan halalbihalal seluruh keluarga besar Yayasan Pesantren Ganra.